Reza Andalkan Inovasi selama Pandemi

Tak terasa pandemi Covid-19 hampir berlangsung dua tahun, sejak Maret 2020. Sepanjang itu, di masa sulit PGI DKI terus melakukan inovasi agar pembinaan atlet terus berjalan, kompetisi tetap bergerak, klub-klub mendapat atmosfer pertandingan, dan organisasi juga bergairah. Menengok ke belakang, kepengurusan PGI DKI yang dipimpin Ketua Umum M Reja Rajasa terpilih pada Musprov Februari 2020. Berselang beberapa minggu kemudian, pemerintah mengumumkan kondisi darurat akibat pandemi Corona. Kepengurusan baru pun belum sempat mengaplikasikan program-programnya karena tuntutan situasi.

Meski begitu, di tengah sitausi darurat, Reza mengkomandoi PGI DKI untuk tetap bergerak, meskipun bukan di atas Course. Di awal pandemi misalnya, PGI DKI menggalang aksi kemanusiaan untuk Frontliners—para tenaga medis yang berjuang di garis terdepan melawan virus—dengan pengadaan APD dan bantuan lainnya. Juga bantuan sembako dan makanan untuk masyarakat miskin yang terdampak krisis. Reza waktu itu mengatakan bahwa untuk sementara kegiatan olah raga bisa berhenti sebentar, namun aksi kemanusiaan harus digalakkan. “Karena tidak ada yang lebih relevan saat ini (April 2020) selain melakukan aksi kemanusiaan, membantu sesama”, ujar Reza waktu itu.

Dalam suasana yang demikian, PGI DKI dengan terus memantau situasi dan memperhatikan himbuan pemerintah dalam upaya menghadirkan kembali iklim kompetisi dan sporting di stakeholders golf ibukota. Sekaligus waktu yang tepat menata kembali organisasi, agar ke depannya dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik lagi. Tak kurang belasan event berhasil diinisiasi PGI DKI selama 2021, khususnya terhadap atlit. Awal tahun depan, 2022, PGI DKI menggelar Rakerprov untuk melakukan evaluasi beberapa program yang sudah berjalan, dan proyeksi kegiatan ke depan. Apa saja kemajuan yang sudah dicapai PGI DKI di tengah situasi yang sulit sejak 2020?

Pertama, di Bidang Organisasi, sebagaimana disampaikan Ahmad Sadewa, yang juga Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, pihaknya sudah merealisasikan beberapa terobosan, seperti inklusifitas PGI DKI ke komunitas. Dimana persyaratan untuk menjadi anggota organisasi menjadi relatif cepat dan mudah. Di samping itu yang tak kalah penting adalah pembenanan klub agar teregistrasi dengan baik. “Kami telah mengirimkan surat kepada klub yang terdaftar di Jakarta dan meminta agar setiap club mengirimkan status club (pengurus dan anggotanya)”, ujar pria yang akrab disapa bang Dewa ini. Meski begitu, tidak semua klub merespon niat PGI DKI untuk merapikan organisasi.

Sejak 14 September 2020, PGI DKI setidaknya telah berkorespondensi secara resmi denggan 98 club. “Namun yang mengirimkan feedback hanya 16 club, inilah yang akan kita pecahkan dan carikan solusi, karena pendataan klub sangat penting untuk menuju organisasi yang modern”, tambahnya. Di luar itu, Bidang Pembinaan juga telah mendorong agar setiap klub membuat Laporan Berkala, Perogram 1 Kartu, Sistem Handicap, dan Tournament Sanction.

Kedua, Bidang Pertandingan, sebagaimana dijelaskan Sudarsono, Wakil Ketua Umum Bidang Pertandingan, di tengah naik-turunnya pandemi, PGI DKI berhasil menggelar sejumlah event—yang sebagian bahkan meranik animo hingga level nasional. Diantaranya Golf Thriathlon Tanpa Nongkrong (GOTTONG), yang digelar hingga tiga seri, di Royale Golf Jakarta (Juli 2020), Sentul Highland (November 2020), dan Karawaci (Juni 2021). “Ini menunjukkan animo yang luar biasa dari para penggemar sports, tidak hanya golf. Ini event menarik, karena menggabungkan tiga olah raga sekaligus—yaitu lari, bersepeda dan golf”, tegas Ko Cing Cing, panggilan akrab Sudarsono. Bahkan event ini direncanakan akan dibuat sebagai kegiatan tetap setiap tahunnya.

Selain GOTTONG, event lain yang digelar PGI DKI adalah pertandingan berformat Ryder Cup yang mempertemukan atlet dan pengurus PGI DKI versus Eighteen Birdies (Pro Golfer) di Suvarna, 22 Maret 2021. Tim PGI DKI diperkuat para atlet DKI dan pengurus, sementara Eighteen Birdies adalah wadah perkumpulan para Pro Golfer, yang sebagian besar berstatus atlet nasional. Keenambelas pemain DKI antara lain Aqil Widyantoro, Bimo Baskoro, Suharsono, Kentaro Nanayama, Almay Rayhan, Rifqi Alam, Jonathan Hartono, Adhie Prakoso M, Edwin Abeng, Marcel Yacub, Marco Rosihan Yacub, Bargas Batara, Krishna Iskandar, Eko Yudianto, Yoko Natalia dan  Holly Victoria Halim.

Sementara keenambelas pegolf Team Eighteen 18Birdies terdiri dari Jamal Bamadhaj, Faraby Ali, Pedro Limardro, Kim Jung Han, Peter Gunawan, Andrew Wirawan, Danny Masrin, Kevin C Akbar, Kim Dong Yoon, Fajar Winnuryanto, Rinaldi Andiyandono, Jonathan Wijono, Zack Kim, Sim Min Sub, Dea Mahendra dan Putri Amini. Lepas Ryder Cup di atas, PGI DKI menggelar pilot event Jakarta Premier League—atau Liga Golf-nya klub-klub di Jakarta. Bertajuk Interleague Invitational 2021, di Gunung Geulis Country Club, 3 Juni 2021, empat klub bertarung memperebutkan tempat terbaik. Keempatnya adalah MBOIG, Bintaro.

Golf Club, Siksam, dan Jakarta Master Club (JMC). Setelah itu Bidang Pertandingan juga menggelar Interclub League dengan Sistem setengah kompetisi, memakai Format Matchplay (3 Single 1 Baseball, 3 Single 2 Baseball).

Ketiga, Bidang Pembinaan, sebagaimana disampaikan Marcel R Yacub, Wakil Ketua Umum Bidang Pembinaan, selama pandemi banyak dilakukan kegiatan daring dan luring terkait peningkatan kapasitas atlet. Diantaranya Seminar bertajuk Creating A Golf Winning Mentality, yang digelar di Jakarta Golf Club, 5 Mei 2021. Pada event ini dihadirkan para atlet, pakar, dan praktisi di bidang Sport Science dan Sport Marketing untuk memberikan pemahaman yang utuh terkait olah raga (Golf) dan pembinaan pada umumnya. “Kita ingin mencetak atlet yang unggul dari semua sisi, baik fisik maupun emosi, sehingga didapatkan hasil yang baik di masa depan. Hal ini telah terbukti di banyak negara yang olah raganya advance, seperti Jepang, Korea, Eropa dan AS”, kata Marcel. Selain itu, Bidang Pembinaan juga melakukan Seleksi POPB dan Latihan Bersama.

Masih ada sejumlah kegiatan yang dilaksanakan, seperti Talkshow dengan KONI DKI, yang menghadirkan Putri Amani, Ketua Bidang Golf to School PGI DKI, 30 November 2021. Talkshow KONI DKI dengan tema Olahraga Mahal dan Sehat, yang menghadirkan Natalia Yoko, Atlet PGI DKI. PGI DKI juga mengirim atlet ke ajang Olympic Jabar Amateur Open (OJAO) ke-5, di Gunung Geulis Country Club, 15-17 Jun 2021. Saat itu PGI DKI mengirim 8 atlet yaitu Almay Rayhan Yaquta, Aqil Widyantoro, Bergas Betara, M. Rifqi Alam Ramadhan, Teuku Hussein, Holly Victoria, Natalia Yoko, Marelda Pyrena A. Selain event skala nasional, PGI DKI juga mendorong para atletnya untuk berlaga di kompetisi internasional—seiring dengan pelonggaran Covid-19 di sejumlah negara.

Almay Rayhan dan Jonathan Xavier tahun ini terpilih untuk bermain di turnamen Asia Pacific Amateur. Sementara di Junior Program, PGI DKI melakukan Perekrutan Atlet Junior baru melalui Golf Goes to School & Cross Cultural Sport. Kegiatan lain, bekerjasama dengan lapangan golf, driving range, golf academy dan fasilitas lainnya, pengenalan dengan fasilitas Added Sports, pengenalan mental development, update rules and regulaon of golf, dan seri pertandingan Junior.

Di sektor Mid Amateur Program, Marcel menjelaskan sejumlah program yang sudah terlaksana, diantaranya Elite Amateur Program; mulai dari Turnamen Gubernur Jatim Cup, 7-8 Oktober 2021 di Bukit Darmo Golf, Surabaya. Lalu Turnamen Asian Pacific Amateur Championship yang akan dilaksanakan

 pada 4-6 November 2021 di Dubai, Turnamen IJG Premier League #6, 11-12 Oktober 2021 di Gombel, Semarang, Lahan golf bersama di Sedayu Indo Golf, 26 Oktober 2021, Turnamen Women’s Amateur Asia Pacific, 10-13 November 2021 di Abu Dhabi, Intercollague Golf Series Junior Compion, yang diadakan oleh Ciputra Golfpreneur Foundaon dan Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (HIMPUNI) di PIK Course pada tangal 22-25 November 2021.

Keempat, Bidang Sport Science & Development yang menggelar kerjasama lintas cabang (Cross Culture) untuk meningkatkan sinergi antar cabang olah raga. Edwin Abeng, Wakil Ketua Umum Bidang Sport Science & Development menjelaskan bahwa Cross Culture program PGI DKI telah berkolaborasi dengan Team Nasional Baseball & Softball Indonesia, Persija Jakarta (Sepak bola) dan Hang Tuah Basketball Team. Meski demikian, Reza Rajasa selaku Ketua Umum PGI DKI menegaskan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di tahun depan untuk membawa PGI DKI hadir dan semakin dirasakan perannya oleh para atlet, klub dan stakeholders yang lain. “Saya merasa pandemi ini membuat kita semakin inovatif dan tidak menyerah. Terbukti, meski melalui beberapa kali PSBB dan PPKM, terbukti pengurus dan atlet terus berkarya, melakukan yang terbaik untuk perkembangan Golf di Jakarta, dan nasional pada umumnya”, pungkasnya.

Leave a Reply