Agar Tidak ada Klub “Zombie”

By Zaenal AB

Modernisasi organisasi mutlak dilakukan agar target kolektif tercapai. Hal itu bisa diraih, mulai dari pembenahan internal, administrasi dan aturan main organisasi, yang pada akhirnya tercipta akuntabilitas. Agenda tersebut menjadi prioritas PGI Jaya di awal kepemimpinan Reza Rajasa. Sejak terpilih pada Januari 2020, Reza berharap semua klub di bawah PGI Jaya memiliki status yang jelas, struktur organisasi, pengurus dan program rutin. Pasalnya posisi klub sangat penting sebagai penyuplai calon atlet dan pembinaan.

Menindaklanjuti program tersebut, Ahmad Sadewa, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi PGI Jaya menjelaskan bahwa selama ini di setiap Kongres, Munas, atau pemilihan Ketua Organisasi apapun di Indonesia, sering kali pesertanya melimpah. Namun setelah kontestasi berakhir, organisasi atau klub tersebut tidak aktif. “Kita tidak mau PGI Jaya dihuni banyak klub Zombie”, ujar Dewa di bilangan Jakarta Selatan, 10 Februari 2021.

Beberapa langkah yang dilakukan pengurus antara lain mengirim surat ke semua klub untuk pembaharuan data. Diharapkan klub-klub mengirimkan surat balasan dengan menyertakan Struktur Pengurus, Anggota, Kegiatan dan Program Club. Selain itu Dewa juga mengirimkan surat kepada PB PGI mengenai status terbaru club yang aktif dan tidak aktif agar saat pelaksanaan Munas mendatang perwakilan klub terverifikasi lebih awal.

Setelah pendataan klub, langkah berikutnya adalah membuat Handycap System  yang dimulai dengan pilot project melibatkan 4 klub. Sistem berbasis aplikasi ini nanti akan digunakan oleh seluruh anggota PGI Jaya. “Aplikasi tersebut akan diberikan secara cuma-cuma kepada seluruh golfer di bawah klub yang menjadi member PGI Jaya. Lebih jauh sistem ini akan menjadi Rangking Golfer Mid-Amatir PGI Jaya”, tambah Dewa.

Leave a Reply