Tradisi perang urat syaraf (psywar)

Sisi Lain, Penting! Tradisi Psywar Jelang Turnamen

Jakarta – Tradisi perang urat syaraf (psywar) sebelum dimulainya satu turnamen olah raga saat ini menjadi menu wajib yang akan membangun atmosfer dan persaingan. Lihat bagaimana UFC secara cerdik mengemas sesi press conference antara Khabib Nurmagomedov versus Connor McGregor, menjadi tontonan berkelas. Pada UFC 229, 6 Oktober 2018 itu, kedua fighters terlibat adu statement—bahkan ketegangan—yang menarik perhatian media seluruh dunia. Ujungnya duel tersebut meraih keuntungan, baik eksposure maupun finansial. Itulah bisnis olah raga yang memerlukan kecerdikan dan strategi komunikasi jitu.

Dalam skala yang lebih kecil, PGI DKI melakukan hal yang sama jelang Interleague Invitational 2021. Bertempat di Sekretariat PGI DKI, kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan, 25/5/2021 keempat perwakilan klub yang bertarung—MBOIG, Siksam, BGC dan JMC—terlibat jual-beli pernyataan. Jumpa pers yang itu juga disiarkan secara live melalui streaming youtube channel PGI DKI JAYA. Tak ayal hal tersebut membuat media yang hadir mendapatkan “menu” menarik sebagai angle tulisan. Salah satu perang urat syaraf yang menarik, antara MBOIG dan Siksam.

Eko Yudhianto dari Siksam

Eko Yudhianto dari Siksam yang mendapat kesempatan terlebih dahulu untuk memberikan statement. Ia mengatakan Siksam akan membuat kejutan. Bahkan Eko yang dikenal outspoken dan humoris ini membangun narasi yang menghangatkan suasana. “Lawan Siksam hanya JMC saja, lainnya bisa kita atasi”, ujarnya, disambut tepuk tangan media. Setelah itu suasana berubah, terutama setelah Sekjen MBOIG, Isnan Pannewai memberi kode kepada Ketum MBOIG, Ridwan Lim di meja konferensi pers. Isnan kemudian mengambil microphone untuk membalas statement Eko. “Dalam pertemuan terakhir antara MBOIG dengan Siksam di Parahyangan, di atas kertas kami unggul. Namun ada faktor lain saat itu yang membuat hasil tidak sesuai prediksi. Namun di Interleague nanti, MBOIG turun full team dengan the best formation. Kami akan unggul”, balas Isnan diikuti gemuruh seisi ruangan.

Sementara JMC dan BGC juga tak kalah seru bertukar pernyataan yang membuat konferensi pers turnamen pilot project PGI DKI tersebut berlangsung semarak. Di akhir acara para perwakilan klub tertawa bersama, bergembira. Inilah gimmick dan tradisi yang harus dibiasakan dalam setiap kompetisi, untuk membangun nilai jual turnamen, klub dan organisasi di mata publik dan sponsor. Dan sekali lagi, keyakinan Eko terbukti, dengan Siksam keluar sebagai pemenang di Gubung Geulis.

Leave a Reply