MBOIG yang Semakin Mbois

By Zaenal AB

Berawal dari kecintaan (hobby) sesama penggemar mobil legendaris asal Jerman, Mercedes-Benz (MB), beberapa orang menginisiasi lahirnya Mercedes-Benz Owners Indonesia Golfers (MBOIG). Diantaranya Ridwan Lim dan Isnan Pawennei yang pada 18 Januari 2017 meresmikan berdirinya klub golf berbasis penggemar otomotif. Saat itu MBOIG hanya beranggotakan 20-an orang, yang semuanya adalah Mercy lovers. Agar terbentuk kultur organisasi yang sehat, pengurus sejak awal memberlakukan seleksi ketat kepada para calon members. “Ketat bukan berarti berlebihan, hanya memastikan bahwa para anggota memenuhi kualifikasi sesuai dengan peraturan organisasi di MBOIG”, ujar Isnan selaku Sekretaris Jenderal MBOIG kepada JakGolf melalui online meeting, Sabtu, 13 Februari 2021.  

Diantaranya memiliki mobil MB any years, any types, dan tentunya menyukai Golf. “Untuk mobil ada verifikasi STNK, dimana calon anggota harus menginput STNK yang sesuai dengan namanya. Atau bila tidak, maka ada bukti pembelian”, tambah Agung Rizki, Wasekjen MBOIG di kesempatan yang sama. Proses ini untuk memenuhi kriteria organisasi, dimana sesuai namanya, MBOIG adalah perkumpulan “owner” MB yang bermain Golf. Tak heran dengan seleksi dan kultur organisasi yang baik, MBOIG sejauh ini bisa dikatakan sebagai klub golf yang cukup aktif dan rapi, termasuk menaati peraturan, baik aturan organisasi maupun aturan di lapangan golf. “Jarang sekali anggota kita ngaco atau ada masalah. Semua saling menghormati dan mengetahui perannya masing-masing”, imbuh Isnan.

Terkait etika golfer yang disinggung di atas, selama pandemi Covid-19, gairah masyarakat untuk berolah raga semakin tinggi. Termasuk Golf, dimana sempat beredar di media sosial mulai banyak anak-anak muda yang tertarik mengayun stick di golf course. Meski begitu banyak keluhan mengenai etika bermain para golfer baru dan juga attitude di sekitar club house. Menyoal fenomena ini, Agung menghimbau semua pihak harus bijak. “Justru ini positif bagi perkembangan golf, karena stereotype selama ini bahwa Golf olah raga orang tua semakin terkikis. Banyaknya milenial yang merumput menunjukkan Golf selalu muda dan berjiwa muda. Nah soal etika dan attitude di lapangan golf, klub bisa membantu melakukan edukasi. Makanya para golfer (khususnya yang baru) ada baiknya masuk ke klub sehingga mendapatkan enviroment yang benar”, tegasnya.

Setelah empat tahun berdiri, saat ini anggota MBOIG sekitar 150 members“Ke depan kita akan mengembangkan ke daerah lain dalam bentuk Koordinator Wilayah (Korwil). Saat ini sudah ada 4 korwil, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Bali. Semoga MBOIG bisa terus berkembang sampai nasional”, kata Isnan optimis. Rata-rata member di klub bintang Mercy ini berusia antara 30 sampai 50 tahun, namun mulai banyak juga yang generasi milenial yang masuk dan aktif, termasuk Agung, Wasekjen sendiri yang masih berusia 21 tahun.

Hubungan MBOIG dengan prinsipal Mercedes-Benz di Indonesia juga sangat baik, sering kali manajemen MB Indonesia bermain golf bareng MBOIG. Bahkan saat ini MBOIG dalam tahap pembicaraan dengan prinsipal MB, untuk mengkaji apakah perlu diresmikan sebagai official fans club seperti Mercedes-Benz Club Indonesia (MB Club INA)—komunitas pemilik Mercy—yang langsung terafiliaasi dengan MB. “Tentu saja MBOIG adalah MB fans dengan hobby olah raga golf”, tambahnya.

Agenda MBOIG tahun 2021—meski masih ada pandemi—cukup sibuk, dimana direncanakan selama setahun ke depan ada 12 series yang digelar. “Series direncanakan akan selesai pada Agustus mendatang, dan dari event tersebut akan diambil data player, score dan hanycap. Lalu dari record tersebut akan menentukan siapa yang akan masuk Match Play. Sesi terakhir merupakan tahap penyaringan Order of Merit Competition (OOMC) 32 besar. Di luar regular event tersebut, ada dua turnamen besar di MBOIG, yaitu Independent Day & Anniversary”, kata Marcello Gunadirdja, yang bertanggung jawab Bidang Event & Media MBOIG.

Sebagaimana disinggug Marcello di atas, berbicara database, MBOIG selangkah lebih maju dari klub golf lain, karena memiliki platform untuk mendokumentasikan data dan score para player-nya secara online. Pantauan JakGolf di website MBOIG, setiap player memiliki record masing-masing, mulai dari TOT, HCP, NET, To PAR dan Poins. Statistik ini yang akan menentukan siapa saja yang berhak lolos ke 32 besar di akhir series, dan berhak maju ke Match Play. Tak hanya website, MBOIG juga memilii aplikasi yang bisa didownload para member-nya di Appstore dan Playstore.

Lalu apakah MBOIG cukup puas dengan performance itu? Ternyata tidak, masih ada haparan dan tantangan yang harus dilakukan para pengurus dan member“Tantangan MBOIG saat ini adalah pembinaan atlet amatir dan semi-profesional untuk disumbangkan ke PGI DKI Jaya. Kita pernah memiliki atlet binaan, namun belum berkesinambungan. Inilah yang menjadi tantangan kita ke depan untuk juga masuk ke pengembangan prestasi, melalui pembinaan yang terukur”, harap Isnan.

Wow, selamat untuk MBOIG yang semakin Mbois (keren). Tertarik bergabung? Kunjungi website MBOIG di www.mboig.com atau Instagram @mbownersindonesiagolfers. 

Leave a Reply