Pondok Indah Golf dan PGI DKI

Kolaborasi! Perkumpulan Golf Pondok Indah dan PGI DKI Gelar The Bali Golf Challenge

By Zaenal AB & Muhdin MM

Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Zainuddin Amali, Rabu 24 Maret 2021 mengundang Perkumpulan Golf Pondok Indah, Pondok Indah Golf Club (PIGC) dan PGI DKI Jakarta terkait rencana penyelenggaraan The Bali Golf Challenge. Perkumpulan Golf Pondok Indah diwakili Ketua-nya, Anton Tjahjono, sementara PGI DKI diwaili Ketum Reza Rajasa. Event tersebut rencananya digelar pada 13-15 Agustus di Bali National Golf Club (BNGC), Nusa Dua, Bali. Momen ini sekaligus sebagai pembawa pesan ke masyarakat Indonesia dan dunia bahwa olahraga golf sudah mulai dan aktivitas pariwisata Bali siap bangkit. The Bali Golf Challenge didukung penuh Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Bagi PGI DKI, event ini sangat penting karena memberi ruang kompetisi kepada para golfer junior dan elite amatir. Sebelumnya, dalam rangka menyegarkan kopetisi yang selama setahun vakum, PGI DKI menggelar Ryder Cup (Format), yang mempertemukan golfer pro dan elite amatir. Ketua Umum PGI DKI Jakarta, Reza Rajasa, mengapresiasi inisiatif Menpora dan Menparekraf ini karena akan membawa dampak positif bagi golf, olah raga dan industri pariwisata. Hasil dari event tersebut nantinya sepenuhnya disumbangkan untuk pembinaan golf junior dan penguatan ekosistem pariwisata.

Sebelumnya Menpora Amali mengapresiasi inisiatif Pondok Indah Golf dan PGI DKI yang secara kreatif mencari cara untuk membangkitkan olah raga dan pariwisata di Indonesia. The Bali Golf Challenge adalah inisiatif yang baik dari komunitas golf dan juga kerja sama antara Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif”, kata Menpora. Menpora melanjutkan, meski saat ini masih dalam kondisi pandemi COVID-19 namun kegiatan olahraga harus mulai digeliatkan lagi. Beberapa kompetisi olahraga sudah mulai dijalanakan seperti Indonesia Basketball League (IBL) dan kompetisi pramusim Piala Menpora sampai saat ini berjalan dengan lancar namun dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

Pondok Indah Golf dan PGI DKI 1

“Nah turnamen golf ini rencananya akan dilaksanakan pada bulan Agustus dan sekaligus untuk menyampaikan kepada masyarakat baik yang ada dalam negeri maupun di luar negeri bahwa Indonesia khusunya cabang olahraga golf sudah mulai, sudah ada aktifitas”, pungkasnya. Dengan adanya turnamen-turnamen seperti ini digarap kan kegiatan olahraga bisa jalan kembali dan ekonomi masyarakat bisa menggeliat lagi. Pasalnya, sport tourism atau wisata olahraga sangat terdampak dengan adanya pandemi COVID-19.

“…atas inisiatif dari komunitas-komunitas tentu pemerintah sangat mengapresiasi dan kita dorong ini. Mudah-mudahan ini menajdi contoh yang baik dan makin banyak turnamen-turnamen”, tambahnya. Menpora Amali pun mendorong sport tourism atau wisata olahraga golf menjadi salah satu daya tarik wisata di Indonesia untuk wisatawan-wisatawan dari luar negeri. Dia pun mencontohkan Thailand yang sudah menjadikan golf sebagai bagian dari pemasukan devisa sport tourism. Padahal kalau dari segi fasilitas golf antara Indonesia dan Thailand, kita mungkin memiliki lebih banyak lapangan dan lainnya. Tentu hal ini menjadi tantangan bagi komunitas golf tanah air untuk mengejar ketertinggalan.

Apa yang disampaikan Menpora benar adanya. Ini dapat dilihat dari pernyataan Peter Walton, CEO International Association Of Golf Tour Operators (IAGTO) beberapa bulan lalu di sebuah webinar golf. Ia menyatakan, Indonesia, khususnya Jakarta dan Bali, memiliki modal untuk menjadi pemain utama dalam bisnis sport tourism, khususnya golf di kawasan Asia. “…saya mengunjungi sejumlah lapangan golf di Jakarta, dan secara mengejutkan saya menemukan 21 lapangan golf yang sangat baik. Menurut saya, Jakarta adalah kota golf terbaik di Asia”, ujar Walton. Dengan predikat seperti itu, golf seharusnya bisa berbicara lebih banyak di negeri ini, baik dalam sisi sporting, tourism maupun ekonomi.

Sebagai perbandingan, di negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada, sumbangan golf dalam perekonomian cukup signifikan. Di AS, dukungan golf terhadap ekonomi pada 2016 mencapai USD 84,1—sebagaimana penelitian World Golf Foundation. Angka tersebut mengalami kenaikan 22% dari 2011 yang seilai USD 68,8 miliar. Sementara di Kanada, ekosistem golf berkontribusi sekitar USD 18,2 miliar dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2018. Angka tersebut meningkat 14% dari 2013 yang sebesar USD 15,9 miliar.

Di Indonesia, meski golf belum berkembang seperti di negara maju, namun ada gejala menarik selama pandemi Covid-19, dimana ketika aktivitas masyarakat dibatasi, termasuk dalam melakukan olah raga, golf justru menarik minat kalangan muda, khususnya milenial. Hal ini dapat dilihat dari tingkat kunjungan di golf course maupun drivig range, yang meningkat tajam sejak Juni 2020. Perputaran ekonomi di ekosistem golf juga lebih cepat bangkit dibanding sektor lainnya. Pilihan masyarakat ke golf selama pandemi karena olah raga ini memiliki resiko yang rendah rendah. Dengan lapangan terbuka dan permainan bersifat individual, social distancing lebih mudah diterapkan.

Tren yang sama terjadi di negara lain. Di Jepang misalnya, sebagaimana disampaikan Hiraku Yakushiji, member of IAGTO, bahwa generasi muda di sana mulai tertarik bermain golf sejak Mei 2020. Jumlahnya mencapai 1,700 orang, angka yang besar untuk pasar olah raga selama pandemi. Australia juga mengalami kenaikan wisata golf yang cukup signifikan, sebagaimana dikutip dari Peter McCharty, Managing Director Go Golfing Australia. Bahkan golf kini menjadi olahraga nomor dua yang paling digemari.

Kembali ke rencana event di Bali, Agustus mendatang, Ketua Umum Perkumpulan Golf Pondok Indah Anton Tjahjono mengatakan bahwa pihaknya juga mendorong sport tourism khusunya golf untuk meningkatkan kegiatan ekonomi di daerah-daerah. “Dalam rangka turnamen ini, sengaja diadakan tujuan nantinya bisa kumpulkan dana untuk 50 persennya pengembangan UMKM, 50 persen lagi pembinaan pegolf junior”, ujarnya. Hal senada disampaikan Ketum PGI DKI Reza Rajasa mengatakan bahwa Para pegolf junior sangat merindukan kompetisi setelah hampir setahun pandemi mewabah di tanah air. “Pegolf-pegolf junior sangat merindukan acara kompetisi-kompetisi dan ini acara yang baik yang dilakukan Perkumpulan Pondok Indah dan Kemenpora, oleh karena itu PGI menanggapi serius dan berterimakasih”, tukasnya.

Reza menambahkan sejak akhir 2020, PGI DKI secara bertahap membangkitkan event dan kompetisi golf di Jakarta dan sekitarnya sebagai bagian dari restart tourism, dan lebih dari itu menjaga skill para atlet. Dua event yang mendapat sambutan masyarakat, diantaranya Golf Triathlon Tanpa Nongkrong (GOTTONG) yang sudah digelar dua series, dan Ryder Cup (Format), yang mempertemukan atlet elit amatir PGI DKI Jakarta dengan 18Birdies—kumpulan para atlit pro tanah air.***

Leave a Reply