Juara di Indonesia, Kini Ratu US Open 2021

Star: Oleh Zaenal AB & Muhammad Muhdin

San Fransisco – Pada pertengahan babak final US Women’s Open, sepertinya sulit bagi Yuka Saso untuk membayangkan bahwa dialah yang akan memegang Harton S. Semple Trophy di akhir turnamen. Tapi golf adalah golf, selalu ada kejutan. Thompson yang lebih diuntungkan, ternyata tersandung saat membuat tiga bogey dan dua kali lipat untuk memposting back-nine 41 dan menambah daftar major heartbreak. Sementara itu, Saso terus bertahan dan konsisten dengan membukukan two-over 73 yang cukup bagus untuk masuk ke playoff dengan Nasa Hataoka dari Jepang dengan total empat di bawah 280. Kemudian setelah membuat pars di dua holes playoff pertama, Saso melakukan pukulan birdie delapan kaki di lubang ketiga untuk menyingkirkan sang juara kejutan.

Sebuah kejutan tentunya, khususnya bagi penggemar golf di luar Filipina yang masih asing dengan namanya. “Selalu ada satu pemain yang menonjol, dan sisanya akan mengikuti. Itulah yang dia lakukan,” kata pemain pro LPGA Tour Bianca Pagdanganan, kompatriot Saso. Kalau Anda belum begitu familiar dengan Yuka Saso, itu hal yang wajar karena ia memang new comer di turnamen besar—dan langsung mengejutkan. Tapi remaja berdarah campuran Filipina – Jepang ini tidak benar-benar baru muncul. Ia telah memiliki sejumlah modal, diantaraya juara di Indonesia tiga tahun lalu. Berikut sembilan hal yang perlu Anda ketahui tentang juara baru US Women’s Open AS 2021 ini sebagaimana dirangkum GolfDigest :

Pertama, ia adalah juara turnamen major pertama dari Filipina. Sontak saja pencapaian Saso menimbulkan kegemparan di Manila dan kota-kota di AS yang banyak dihuni perantauan Filipina. Melihat besarnya dukungan Pilipinos padanya, Saso mengatakan bahwa support mereka telah memberi saya begitu banyak energi. “I want to say thank you to everyone”, ujarnya.

Kedua, Saso menyamai capaian Inbee Park sebagai juara termuda AS Terbuka US Women’s Open. Saat mengangkat thropy beberapa waktu lalu, usia Saso adalah 19 tahun 11 bulan 17 hari. Itu adalah usia yang sama persis ketika Park memenangkan US Women’s Open 2008 di Interlachen Country Club.

Ketiga, Saso adalah pemain pertama yang memenuhi syarat untuk masuk sebagai member penuh LPGA Tour dengan aturan yang baru diterbitkan : “Popov Rules”. Meski mendapat keuntungan masuk LPGA, sampai saat ini ia masih mempertimbangkan untuk keikutsetaannya. “Saya akan berbicara dengan ayah saya, keluarga saya tentang hal itu, dan kami akan memutuskan setelahnya,” kata Saso segera setelah kemenangan playoff. Hannah Green, yang mengenal Saso sejak masa amatir, ingin temannya bergabung dengan LPGA. “Dia cocok untuk kejuaraan besar,” kata Green.

Keempat, Saso merupakan orang Filipina kedua yang memenangkan turnamen LPGA Tour. Sebelumnya ada nama Jennifer Rosales, yang memenangkan Kejuaraan Amal Chick-fil-A pada tahun 2004 dan kemudian SBS Open di Turtle Bay pada tahun 2005.

Kelima, dia baru dua tahun lalu memenangkan Junior PGA Championship. Saso memang masih sangat muda, remaja berbakat. Keenam, dia juga memenangkan medali emas pada nomor individu dan tim di Asian Games 2018 di Indonesia, bersama Bianca Pagdanganan dan Lois Kaye Go. Ketujuh, ini baru keikutsertaanya yang ketiga di US Opne dan ketujuh di LPGA Tour. Selama di turmanen ini, Saso melewatkan cut pada 2019 dan menyelesaikan T-13 pada 2020.

Kedelapan, trofi ini merupakan kemenangan profesional ketiga Saso selama kariernya. Sebelumnya, Saso menang dua kali berturut-turut di Japan LPGA Tour 2020, memenangkan Turnamen Golf NEC Karuizawa 72 dan Turnamen Golf Wanita Nitori pada Agustus tahun lalu. Kesembilan, karakteristik swing-nya dianggap mendekati Rory McIlroy. Analis di Golf Channel menunjukkan perbandingan swing McIlroy dan Saso, keduanya terlihat sangat mirip. Itu karena Saso telah menghabiskan berjam-jam menonton ayunan McIlroy di YouTube dan meniru swingnya.

Dan Saso mengakui hal itu—dan juga mengatakan McIlroy sebagai idolanya dalam victory speech. Sangat rendah hati. Selamat untuk Yuka Saso.

Leave a Reply